Pelatih Chelsea Sengaja Coret Christian Pulisic di Lille

Gilabola.com – Pelatih Chelsea, Frank Lampard, sengaja mencoret Christian Pulisic dalam skuadnya yang menang 2-1 di kandang Lille, Kamis (3/10) dinihari tadi. Ini alasannya!
Lampard menekankan, dia ingin ada kompetisi yang tinggi di semua posisi di skuad the Blues agar mereka bisa meraih kemenangan di kandang Lille di ajang Liga Champions. Itulah sebabnya manajer berusia 41 tahun itu memutuskan untuk menepikan Pulisic dari skuadnya di kandang klub asal Pranciis tu.
Hasilnya, the Blues berhasil amankan kemenangan perdana mereka di Grup H, lewat gol-gol Tammy Abraham dan Willian dengan skor 2-1.
Tapi, sebelum pertandingan, Lampard secara mengejutkan telah mengabaikan Pulisic, yang didatangkan Stamford Bridge dari Borussia Dortmund dengan ongkos 58 juta Poundsterling. Nama pemain asal Amerika Serikat itu bahkan tak masuk dalam daftar pemain cadangan the Blues di laga tersebut.

Berita Terkait

Hasil Lille vs Chelsea 1-2, Masih Ada Harapan Lolos
Chelsea Lakukan Dua Perubahan Saat Hadapi Lille
Lille vs Chelsea: Sama-sama Kejar Kemenangan Pertama

Pelatih Chelsea mainkan bintang berusia 21 tahun itu secara sporadis di musim pertamanya bersama The Blues. Ia berjuang keras untuk dapatkan waktu bermain karena harus bersaing dengan Willian, Pedro, Callum Hudson-Odoi dan Mason Mount.
Willian sendiri membukukan gol kedua the Blues saat mereka menang di kandang Lille. Lampard pun memuji etos kerja pemain asal Brasil itu, dan menyatakan para pemain depannya ‘harus dibuat gelisah’ dengan perjuangan yang harus mereka lakukan demi dapatkan waktu bermain.
“Dia benar-benar pemain penting, dia pemain papan atas, saya ingin melihatnya bahagia dan selalu tersenyum,” tandas Lampard kepada Chelsea TV, seperti yang dilansir Metro, saat ditanya mengenai kontribusi Willian setelah kemenangan atas Lille.
“Dia bisa membuat orang keluar dengan kecepatan dan tipuannya, dia juga bisa mencetak gol untuk kami. Itu keseimbangan yang bagus untuk para pemain muda,” tambah Lampard.
“Kita harus punya persaingan yang sangat kuat di wilayah yang luas, dan daerah menyerang. Pasti seperti itu, mereka harus dibuat gelisah, karena saya punya beberapa opsi berbeda di daerah itu,” tegasnya.
“Tapi, Willian memberi kita pengalaman dan dia ditampilkan dalam dua pertandingan terakhir dengan gol, di atas etos dan kualitas kerja yang hebat,” ujar pelatih Chelsea yang juga legenda klub London barat tersebut.
Sumber: Pelatih Chelsea Sengaja Coret Christian Pulisic di Lille

Tottenham Hotspur Cemas, Kane Dikomporin Ke Klub Lain

Gilabola.com – Tottenham Hotspur cemas mendengar Harry Kane dikomporin ke klub lain usai dipermak Bayern Munchen di Liga Champions skor 2-7.
Tottenham Hotspur keringat dingin karena saat ini Harry Kane terus dapat dukungan luar biasa untuk pindah ke klub lain. Dimitar Berbatov yang merupakan mantan pemain mereka sendiri ikutan membujuk Kane untuk pindah dan ia diklaim akan diterima di klub mana saja yang ia mau datangi.
Tidak peduli meski Spurs babak-belur ditowel Bayern Munchen skor 2-7, Kane tetap saja dinilai tampil mengesankan. Ia tetap sanggup mencetak gol dalam pertandingan tersebut. Wajar jika banyak pihak yang merasa kehebatan Kane jadi kurang dimaksimalkan Spurs.
“Saya menonton aksi Kane waktu mereka melawan Bayern Munchen. Meski hasilnya amburadul, namun Kane bermain sempurna. Sepanjang pertandingan, dalam menguasai bola, memberikan umpan, bermain dengan rekan satu tim, dia juga sempurna dalam menuntaskan setiap peluang,” puji Berbatov kepada Betfair dan Goal.

Berita Terkait

Allegri Belajar Bahasa Inggris Demi Ganti Pochettino
Tottenham Hotspur Merasa Aneh Dipermak Bayern
Gawang Tottenham Dibobol Empat Gol Oleh Pemain Murah 87 Milyar

Tottenham Hotspur harus cepat memberikan Kane trofi juara
“Menurut saya dia adalah striker yang lengkap, saya tahu kalah dia pasti bisa pergi ke klub mana saja yang dia mau. Dia tahu apa yang dia mau untuk memenangkan trofi di karirnya dan mungkin dia bertanya pada dirinya (apakah Spurs bisa memberinya trofi), semuanya terserah dia.”
“Saya dan semua fans pasti ingin melihat dia mendapatkan trofi juara bersama Spurs. Dia pemain bagus dengan pelatih yang tak kalah bagusnya.”
“Tapi tetap saja, jika apa yang dia mau tidak terjadi, dia pasti akan bertanya-tanya. Dia mungkin akan mengecewakan banyak orang jika memutuskan untuk pergi, tapi dia harus mengikuti jalan hidupnya sendiri karena waktu terlalu cepat berlalu.”
“Ada terlalu banyak rumor tentang dia, karena dia memang pemain top dan saya ingin dia meneruskan karir di Inggris sajalah. Hal yang sama berlaku juga pada Mauricio Pochettino, tapi kalian tahulah kalau Real Madrid datang memanggilnya, dia pasti akan sangat mempertimbangkan keputusannya,” pungkas Berbatov.
Apa yang ia sampaikan jelas membuat cemas manajemen Spurs. Meski mencemaskan, namun pendapat Berbatov ada benarnya juga dan patut diperhatikan oleh manajemen klub.
Sumber: Tottenham Hotspur Cemas, Kane Dikomporin Ke Klub Lain

Jurgen Klopp Tak Khawatir Liverpool Sia-siakan Keunggulan

Gilabola.com – Jurgen Klopp tak terlalu khawatir Liverpool sia-siakan keunggulan tiga gol saat hadapi RB Salzburg, Kamis (3/10) dinihari tadi. Alasannya, dia yakin dengan kekuatan karakter para pemainnya untuk bangkit.
The Reds memimpin 3-0 atas Salzburg lewat gol-gol Sadio Mane, Andy Robertson dan Mohamed Salah, yang bahkan tercipta dalam waktu 36 menit. Tapi, mereka alami kemunduran jelang turun minum saat Hwang Hee-Chan membalaskan satu gol sebelum turun minum.
Lalu, Takumi Minamino berhasil menggandakan skor tuan rumah 10 menit setelah istirahat. Salzburg berhasil menyamakan kedudukan lewat aksi pemain mudanya yang tengah naik daun dan muncul sebagai pemain pengganti, Erling Braut Haaland, dengan mencetak golnya yang ke-18 musim ini.
Pemain asal Norwegia itu mencetak golnya tersebut saat ia baru saja bermain empat menit. Liverpool pun seolah-olah hanya akan meraih hasil imbang di laga ini. Beruntung the Reds akhirnya kantongi poin sempurna sesaat setelah Salah berhasil mencetak gol penentu kemenangan di laga ini.

Berita Terkait

Bintang Liverpool Dekati Koleksi Gol Lionel Messi dan Lewandowski
Liverpool Selamat, Urung Diusir dari Piala Liga
Liverpool Kebobolan Tiga Gol, Dua Datang Dari Sisi Kanan

Ini menjadi gol Salah yang ke-12 dalam 13 penampilannya di Liga Champions untuk skuad Anfield, dan membuat the Reds berhasil mengamankan kemenangan pertama di Grup E. “Kita berhasil menunjukkan karakter, saya menjadi orang terakhir yang terkejut dengan hal itu,” ujar Klopp, 52 tahun.
“Itu sebabnya, saya tidak terlalu khawatir saat posisi kami 3-3, karena saya tahu kami akan mendapat momen lagi,” tambah Jurgen Klopp.
“Konyol jika itu dirasa tidak mungkin, karena kami lakukan begitu banyak hal bagus di lapangan, sehingga kami tak boleh kehilangan kepercayaan penuh pada diri sendiri, saat laga menjadi agak sulit,” ujar pelatih asal Jerman itu.
“Memang jauh dari permainan yang sempurna, tetapi itu pertandingan khas Liverpool, sangat menarik. Saya pikir, setelah pertandingan, mungkin saya akan marah, tapi saya sadar saya tidak perlu marah. Jadi, mengapa saya harus muncul seolah-olah saya marah?”, ungkap mantan pelatih Borussia Dortmund itu, seperti dilansir thisisAnfield.com.
“Saya menghormati kinerja lawan dan melihat banyak hal baik dari tim kami. Kami bisa melakukan semuanya dengan lebih baik. Kami akan lakukan yang lebih baik lagi. Itu saja,” ujar Klopp.
Pelatih Salzburg, Jesse Marsch, merasa timnya terbukti banyak lakukan kinerja bagus di Anfield. Terutama, setelah membuka kompetisi Liga Champions ini dengan kemenangan telak, 6-2, atas Genk, yang kemudian menahan imbang Napoli tanpa gol pekan ini. “Kami telah melihat, kami bisa bermain di level ini. Ketika kami memainkan sepakbola kami, kami selalu punya kesempatan,” ujar Marsch.
“Tentu saja, kami punya harapan untuk kantongi satu poin setelah skor menjadi 3-3, kami sudah dekat. Saya sangat bangga dengan tim saya, dan penting bagi kami untuk belajar dari malam ini,” tambah Jurgen Klopp.
Sumber: Jurgen Klopp Tak Khawatir Liverpool Sia-siakan Keunggulan

Inter Milan Jadikan Juventus Sebagai Pelampiasan Emosi

Gilabola.com – Inter Milan menjadikan Juventus sebagai pelampiasan emosi. Hal itu ditetapkan usai mereka kalah di laga Liga Champions melawan Barcelona.
Inter Milan tidak bisa menyembunyikan kekesalan mereka setelah kalah skor tipis 1-2 lawan Barcelona di Camp Nou. Pelatih mereka, Antonio Conte, bahkan dengan amarah meletup-letup menuduh wasit berat sebelah di laga hari Kamis 3 Oktober dini hari WIB tersebut.
Ikut merasakan emosi jiwa yang menggelinjang kejet-kejet, Lautaro Martinez dilaporkan Sempre Inter langsung membakar semangat rekan-rekannya. Ia ingin skuad Nerazzuri melampiaskan kekesalan mereka pada Juventus yang tidak berdosa.
Lautaro Martinez memang langsung mengalihkan picingan matanya ke derby D’Italia akhir pekan ini setelah dipermalukan Barcelona. Mereka dipermalukan Barca di fase grup yang bahkan tidak diperkuat Lionel Messi.

Berita Terkait

Lionel Messi Bantah Griezmann, Tegaskan Barcelona Kompak
Hasil Barcelona vs Inter Milan 2-1, Untung Ada Luis Suarez
Mantan Barcelona dan Pemain Argentina Bikin Lionel Messi Kecewa

Lautaro Martinez dilaporkan Sempre Inter mengajak rekan-rekannya untuk fokus sepenuhnya untuk mengalahkan Cristiano Ronaldo cs daripada terus tenggelam dalam kenangan masa lalu. Ia bahkan menyampaikan jika Liga Champions dan Serie A punya perbedaan yang jelas untuk memperbesar peluang kemenangan mereka.
“Kami yang jelas akan menghadapi laga penting melawan Juventus dengan semangat luar biasa mantul. Serie A itu adalah kompetisi yang berbeda daripada Liga Champions dan kami terus membaik di Serie A dengan menang terus. Kami harus cepat membalikkan halaman selanjutnya untuk menang,” ujar Martinez kepada Sky Sports Italia.
Inter Milan merasa dirugikan dalam laga lawan Barcelona
Tidak mau move on secepat Martinez, Conte masih berbusa-busa menyerang wasit Damir Skomina. “Saya dari awal babak pertama sudah tidak suka dengan cara dia memimpin pertandingan. Apa yang ia lakukan sangat tidak menghormati kami yang berada di deretan bangku cadangan,” cecar Conte dengan emosi jiwa.
“Hei, dia itu wasit internasional lho. Kaya pengalaman, dia juga pernah memimpin pertandingan UCL musim kemarin. Masa dia mudah terpengaruh dengan tekanan suporter Camp Nou. Parah deh,” pungkasnya yang juga mengkritisi hadiah penalti yang tidak mereka dapatkan.
Kondisi emosi kubu Il Biscone jelas harus diwaspadai kubu Juventus di Serie A. Jika mereka tidak siap, bukan tidak mungkin mereka akan kocar-kacir terlempar sana-sini saat bertanding melawan skuad polesan Conte yang ingin melampiaskan kekesalah mereka.
Kedua tim akan bertemu pada hari Senin (7/10), pukul 01.45 WIB di Stadion San Siro. Dipastikan laga ini akan super sengit sejak menit-menit awal babak pertama. Peluang kemenangan Lautaro Martinez cs mencapai 36% berbanding peluang kemenangan Juve di angka 33%.
Sumber: Inter Milan Jadikan Juventus Sebagai Pelampiasan Emosi