AC Milan Malah Lolos Liga Champions, Inter Gagal, Jika Skor Tak Berubah

AC Milan secara dramatis lolos Champions League jika skor hari Senin (27/5) tidak berubah lagi. Inter malah gagal. Bagaimana ini?
Milan untuk sementara unggul 2-1 atas tuan rumah SPAL, yang membawa mereka menyalip tetangga mereka Inter, serta Atalanta, dan menduduki posisi ketiga klasemen dengan poin 68. Inter di posisi kelima dengan 67 poin setelah sampai akhir babak pertama masih 0-0 lawan Empoli.
Ada dua tim lain yang juga bersaing untuk lolos Liga Champions malam ini. Atalanta tadi sebelum laga matchday terakhir dimulai masih duduk di posisi ketiga, tapi kini malah merosot ke posisi keempat setelah imbang 1-1 sejauh ini. Posisi La Dea masih bisa terancam merosot ke ranking kelima atau setara jatah Liga Europa saja jika Sassuolo mampu menambah gol.
AS Roma yang musim lalu lolos sampai babak-babak akhir Liga Champions, sudah unggul 1-0 tapi tak banyak artinya karena para pesaingnya menang semua. Giallorossi kini berada di posisi keenam dengan 66 poin.

Berita Terkait

Luciano Spalletti Tak Pikirkan Pemecatan Inter Milan
AC Milan Gagal Lolos Champions, Gattuso Putus Asa
Hasil Inter Milan vs Empoli, Amankan Zona Champions

Jika semua masih tetap sama sampai peluit panjang ditiup maka situasinya malah berbalik secara dramatis. AC Milan yang sebelum laga dimulai duduk di posisi kelima, kini malah lolos ke kompetisi elit Eropa itu ditemani Atalanta, yang mampu membalas satu gol untuk menyamakan skor 1-1 lawan Sassuolo.
Sedangkan Inter yang tadi duduk di posisi ketiga malaj secara tragis tersingkir. Nerazzurri harus meraih tiga poin atas Empoli untuk merebut kembali peluang mereka lolos Champions League.
Sumber: AC Milan Malah Lolos Liga Champions, Inter Gagal, Jika Skor Tak Berubah

Manchester United vs Bayern Munchen 5-0 di Treble Reunion

Gilabola.com – Legenda Manchester United yang bermain di tahun 1999 berhasil mengalahkan legenda Bayern Munchen dengan skor telak 5-0 di Old Trafford, Solskjaer dan Dwight Yorke ikut mencetak gol untuk mengantarkan Setan Merah meraih kemenangan yang sama 20 tahun silam.
Laga antara Manchester United vs Bayern Munchen dalam rangka Treble Reunion ini menandai peringatan ke-20 kemenangan bersejarah Man United di ajang Liga Champions United atas tim Bundesliga Bayern Munchen di Camp Nou.
Hasil penjualan tiket yang diperoleh dari pertandingan ini akan ditransfer ke Yayasan Manchester United. Pertandingan Treble Reunion 1999 yang mempertandingkan Manchester United dan Bayern Munchen menampilkan para pemain legenda dari kedua belah pihak, memutar kembali memori 20 tahun lalu dan mengulang kesuksesan yang sama bagi MU, hanya saja kali ini skornya 5-0.
Pertandingan yang digelar hari Minggu, 26 Mei di Old Trafford ini untuk memperingati 20 tahun kemenangan treble Man United di tahun 1999 yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Berita Terkait

Bayern Munchen Dihujat Fans Karena Asyik Main Hape
Manchester United Dapat Peringatan Dari Jaap Stam
Manchester United Disarankan Neville Jemput Bissaka

Pada saat itu, pemain pengganti Teddy Sheringham dan Ole Gunnar Solskjaer sukses mengantarkan comeback bersejarah di Camp Nou dan akhirnya mengalahkan Bayern dengan skor 2-1 yang berakhir dengan sukses mengangkat trofi Liga Champions.
Sir Alex Ferguson kala itu sukses menambahkan gelar Liga Champions setelah sebelumnya memenangkan du gelar domestik Liga Premier dan Piala FA.
Solskjaer memutar kembali kenangan dengan gol pembuka yang bagus hanya dalam empat menit pertandingan, memanfaatkan bola muntah dari umpan silang David Beckham.
Paul Scholes hampir menggandakan keunggulan di menit ke-21 dengan penyelesaian klinis, tetapi gol itu dibatalkan karena offside.
Namun demikian, Manchester United berhasil menggandakan keunggulan menjadi 2-0 sembilan menit kemudian melalui Dwight Yorke, melepaskan tendangan voli yang luar biasa ke arah tiang jauh setelah mendapatkan umpan kiriman Jesper Blomqvist.

Berbeda dengan babak pertama, babak kedua lebih penuh aksi, Bayern Munchen mendominasi penguasaan bola awalnya.
Namun, Manchester United  bangkit dengan cepat, saat Beckham, Nicky Butt dan Scholes membombardir gawang Munchen. Butt menambah keunggulan di menit ke-79, bola melengkung menjebol gawang Munchen usai memanfaatkan umpan silang Louis Saha.

Saha ikut mencetak gol dan merubah kedudukan menjadi 4-0 lima menit kemudian, memanfaatkan bola kiriman Greening. Beckham mengakhiri penampilannya yang mengesankan dengan gol di akhir pertandingan sekaligus menutup laga yang penuh kebahagiaan dari kedua kubu ini. Manchester United vs Bayern Munchen 5-0. Sebuah reuni yang indah 🙂
Sumber: Manchester United vs Bayern Munchen 5-0 di Treble Reunion

Marcos Rojo Masuk Rencana Solskjaer Musim Depan

Football5star.com, Indonesia – Bek Manchester United, Marcos Rojo, mengaku sudah bicara empat mata dengan Manajer Ole Gunnar Solskjaer. Hasilnya, pemain Argentina itu akan bertahan musim depan.

“Untuk saat ini saya ingin tetap di United. Saya berbicara dengan manajer sebelum akhir musim dan kami berbicara tentang rencananya untuk saya,” kata Rojo di Soccerway.

“Dia mengatakan bahwa saya dalam rencananya, bahwa saya adalah pemain penting dan bahwa dia ingin saya kembali ke kebugaran penuh untuk dapat mengandalkan saya di tim utama United. Sekarang saatnya untuk beristirahat dan menghabiskan waktu bersama keluarga, sebelum kembali ke Inggris. “

@ManUtd

Musim lalu tak berjalan bagus bagi Marcos Rojo dan ia terlalu sering cedera. Begitu kembali, pemain 29 tahun itu juga kesulitan menembus tim utama. Alhasil, ia cuma mencatatkan enam penampilan di semua kompetisi.

Rojo sebelumnya juga sempat dihubungkan dengan raksasa Argentina, Boca Juniors. Sang pemain pun tak membantah hal ini.

“Pelatih Boca Juniors Nico Burdisso menghubungi saya. Dia merupakan rekan satu tim saya dari tim nasional. Dia menghubungi saya ketika dia mengambil alih Boca. Saya tidak bermain di MU pada saat itu.”

“Saya mengucapkan terima kasih kepadanya tetapi mengatakan kepadanya bahwa niat saya adalah tetap di United. Boca adalah tim yang hebat, tetapi untuk saat ini saya ingin terus bermain di Eropa.”

“Saya masih punya tiga tahun kontrak di Inggris dan kemudian kita akan lihat. Saya baru menginjak usia 29 tahun dan masih banyak yang harus saya berikan. Saya akan kembali ke Argentina tetapi saya tidak tidak tahu kapan,” ucap Marcos Rojo.

More News on Liga Inggris

.bscb-75255.bscb-75255 .section-heading.sh-t1 a:hover .h-text,.bscb-75255.bscb-75255 .section-heading.sh-t1 a.active .h-text,.bscb-75255.bscb-75255 .section-heading.sh-t1 > .h-text,.bscb-75255.bscb-75255 .section-heading.sh-t1 .main-link:first-child:last-child .h-text{color:#630060}.bscb-75255.bscb-75255 .section-heading.sh-t1.sh-s5 > .main-link > .h-text:after,.bscb-75255.bscb-75255 .section-heading.sh-t1.sh-s5 > a:first-child:last-child > .h-text:after,.bscb-75255.bscb-75255 .section-heading.sh-t1.sh-s5 > .h-text:first-child:last-child:after{color:#630060 !important}.bscb-75255.bscb-75255.bscb-75255 .section-heading.sh-t1:after{background-color:#630060}.bscb-75255.bscb-75255 .section-heading.sh-t1.sh-s8 .main-link .h-text:before,.bscb-75255.bscb-75255 .section-heading.sh-t1.sh-s8 .main-link.h-text:before,.bscb-75255.bscb-75255 .section-heading.sh-t1.sh-s8 > .h-text:before{border-right-color:#630060 !important}.bscb-75255.bscb-75255 .listing-item:hover .title a,.bscb-75255.bscb-75255 .listing-item-text-1 .post-meta a:hover,.bscb-75255.bscb-75255 .listing-item-grid .post-meta a:hover,.bscb-75255.bscb-75255 .listing-item .rating-stars span:before{color:#630060 !important}.bscb-75255.bscb-75255 .listing-item .rating-bar span,.bscb-75255.bscb-75255 .listing-item .post-count-badge.pcb-t1.pcb-s1,.bscb-75255.bscb-75255.better-newsticker .heading{background-color:#630060 !important}.bscb-75255.bscb-75255.better-newsticker .heading:after{border-left-color:#630060 !important}.bscb-75255 .bs-pagination .btn-bs-pagination:hover,.bscb-75255 .btn-bs-pagination.bs-pagination-in-loading{background-color:#630060 !important;border-color:#630060 !important;color:#fff !important}.bscb-75255 .listing-item-text-2:hover .item-inner{border-color:#630060 !important}.bscb-75255.bscb-75255.bscb-75255.bscb-75255 .term-badges.floated .term-badge a,.bscb-75255.bscb-75255 .bs-pagination-wrapper .bs-loading > div{background-color:#630060 !important;color:#fff !important}

Promosi Aston Villa Disambut Histeris Calon Raja Inggris

Gocekan Hazard Jadi Bukti Keindahan Sepak Bola

Harry Kane Siap Hadapi Liverpool di Final Liga Champions

The post Marcos Rojo Masuk Rencana Solskjaer Musim Depan appeared first on Football5star Berita Bola.

Legenda Barcelona Sarankan Rakitic untuk Tolak MU

Sumberbola – Legenda Barcelona, Rivaldo mendesak Ivan Rakitic untuk menolak pindah ke Manchester United pada bursa transfer musim panas tahun ini.
Rakitic menjadi salah satu pemain yang disalahkan saat Barcelona disingkirkan oleh Liverpool di Liga Champions musim ini. Hal ini membuat bintang asal Kroasia itu santer dikabarkan akan meninggalkan Barcelona pada musim panas ini.
Selain itu, kedatangan Frenkie De Jong tentunya akan membuat waktu bermain Rakitic di Barcelona kemungkinan besar bisa berkurang.
Rumor semakin kencang beredar, usai Barcelona dikalahkan oleh Valencia dengan skor 2-1 di final Copa del Rey, Minggu (26/5) dini hari WIB. Kabarnya, Manchester United menjadi klub terdepan untuk mengamankan jasa Rakitic di musim panas ini. Setan Merah juga nampaknya akan serius bernegosiasi dengan Blaugrana soal Rakitic, mengingat tim tersebut sedang membutuhkan pemain bertalenta.
Namun, Rivaldo justru menyarankan Rakitic untuk tidak pindah ke Manchester United. Dia meminta sang pemain untuk mempertahankan posisinya di Barcelona.
“Ada rumor yang beredar tentang Ivan Rakitic mungkin pergi ke Manchester United tetapi, sementara United adalah klub besar dengan tradisi besar, saya pikir pemain asal Kroasia itu masih memiliki cukup sepak bola untuk terus bermain untuk Barcelona, karena dia adalah pemain hebat,” kata Rivaldo.

Manchester United vs Bayern Munchen, Laga Fenomenal 1999 Diulang

Gilabola.com – Manchester United vs Bayern Munchen bertarung sengit pada babak Final Liga Champions 1999 di Barcelona, dan kini kita akan segera dapat menyaksikan ‘ulangan’ laga fenomenal tersebut, masih dengan pemain yang sama seperti David Beckham dan hadir juga Sir Alex Ferguson.
David Beckham akan bergabung dengan legenda-legenda besar tahun 1999 seperti Peter Schmeichel, Jaap Stam dan Paul Scholes dan mereka semua akan bermain dalam pertandingan amal khusus di Old Trafford.
Dan pemenang final Liga Champions tahun 1999 Manchester United akan siap berpesta lagi, seperti di tahun 1999.
Pertandingan Treble Union antara Manchester United vs Bayern Munchen yang digelar oleh Manchester United Foundation ini akan digelar pada hari Minggu malam 26 Mei 2019 di Old Trafford.

Berita Terkait

Bayern Munchen Dihujat Fans Karena Asyik Main Hape
Manchester United Dapat Peringatan Dari Jaap Stam
Manchester United Disarankan Neville Jemput Bissaka

David Beckham, Peter Schmeichel, Jaap Stam dan Paul Scholes adalah di antara nama-nama pemain final 1999 yang telah dikonfirmasi akan menjadi bagian dari pesta di Old Trafford yang akan digelar pekan depan dalam final ulangan antara Manchester United vs Bayern Munchen, di mana tim Sir Alex Ferguson kala itu melakukan hal mustahil di menit-menit akhir pertandingan dan mengakhiri laga dengan kemenangan 2 -1.
Peringatan 20 Tahun Final Liga Champions 1999
Untuk memperingati 20 tahun malam dramatis di stadion Camp Nou Barcelona, ​​Sir Alex Ferguson akan kembali ke tim yang pernah ia antarkan untuk memenangkan trofi bersama bos Bayern Munchen Ottmar Hitzfeld yang menjadi pelatih Munchen di era Lothar Matthaus, Stefan Effenberg dan Mario Basler.
David Beckham pun mengatakan: “Untuk menciptakan kembali final Liga Champions 1999 akan menjadi sebuah momen istimewa. Untuk memenangkan treble (Liga Champions, Liga Premier dan Piala FA) dengan cara yang kami lakukan seperti dahulu akan sangat fantastis.”
Schmeichel mengungkapkan bahwa meskipun itu dulu merupakan momen yang menyakitkan di mana Bayern kalah di final, unggul 1-0 sebelum akhirnya menyerah pada dua gol di masa injury time yang dicetak oleh Teddy Sheringham dan Ole Gunnar Solskjaer, namun pertemanan antara kedua kubu semakin erat selama beberapa tahun kemudian.
“Saya tidak terkejut sama sekali bahwa mantan pemain Bayern setuju untuk bertemu lagi,” tambah mantan kiper United itu. “Mereka sangat menghormati. Saya berada di kubu Denmark yang mengalahkan Jerman Barat di final Piala Eropa 1992.”
“Kami mengundang mereka untuk makan malam dan ke pesta sesudahnya dan mereka semua bahagia. Pada tahun-tahun setelah kami memenangkan Liga Champions saya tetap berhubungan dengan sejumlah pemain Bayern terutama Oliver Khan.”
“Orang-orang cenderung melihat kekalahan kami di Barcelona sebagai momen hitam dalam sejarah Bayern. Namun mereka tidak menganggapnya begitu. Mereka melihatnya sebagai sebuah peluang untuk maju.”
“Mereka mencapai semi final Liga Champions tahun depan dan memenangkannya setahun kemudian.”
“Saya ingat Oliver berterima kasih kepada saya karena mengalahkan mereka dengan cara yang sangat aneh tetapi dia mengatakan itu membuat mereka menjadi pemain yang lebih baik. Mereka semua bereaksi dengan cara yang positif.”
Sheringham tahu bahwa setiap tulang di tubuhnya akan sakit setelah pertandingan reuni tetapi ia mengatakan: “Senang bisa diminta untuk kembali. Saya pikir ini adalah kesempatan yang bagus dan ide bagus untuk membuat pertandingan diulang lagi.”
Giggs mengakui bahwa beberapa menit terakhir kejayaan Liga Champions tidak akan pernah hilang dari pikirannya.
“Pada menit terakhir saya pikir ada sedikit keputusasaan merayap masuk,” kenangnya tentang laga Manchester United vs Bayern Munchen.
“Bola keluar dari sepak pojok dan saya hanya mengayunkan kaki kanan ke arah bola. Melihat ke belakang, saya senang itu tidak berada di kaki kiri saya karena mungkin akan berakhir di tribun!”
“Aku hanya senang ketika aku mendorongnya, Teddy ada di sana untuk melesakannya ke gawang. Lalu sebelum Anda menyadarinya, kami mendapatkan sepak pojok lain dan Teddy ada di sana lagi untuk menanduk bola ke arah Ole dan kami menang!”. Laga antara Manchester United vs Bayern Munchen pun kala itu ditutup dengan cara dramatis.
Dia tersenyum: “Sungguh saya seperti penggemar malam itu dan saya ingin menikmati apa yang terjadi sebanyak mungkin yang saya bisa. Anda melakukan apa yang dilakukan sebagian besar penggemar.”
“Tuhan tahu berapa lama kami berada di lapangan setelah pertandingan, tetapi itu adalah waktu yang lama. Saya pikir kami tidak kembali ke hotel antara jam 1 pagi sampai jam 2 pagi. Setelah kami melakukan perayaan. Kami akan berpesta seperti tahun 1999 lagi!”
Sumber: Manchester United vs Bayern Munchen, Laga Fenomenal 1999 Diulang

Odegaard Isyaratkan Real Madrid untuk Menjualnya

Berita Bola – Bintang Real Madrid, Martin Odegaard, telah mengisyaratkan Los Blancos untuk menjualnya pada musim panas ini, di mana itu mungkin akan menjadi solusi terbaik untuk perkembangan kariernya.
Odegaard baru saja menyelesaikan masa pinjaman yang sukses dengan Vitesse Arnhem. Bintang berusia 20 tahun tersebut dipinjamkan ke Vitesse pada musim panas 2018 dan kembali pada tahun ini, di mana ia membuat 38 penampilan bagi klub Eredivisie musim 2018/19.
Kembali ke Madrid tentu akan menjadi sulit lagi bagi Odegaard, dengan dia harus bersaing melawan nama-nama seperti Luka Modric, Casemiro dan Toni Kroos di sektor tengah klub. Kini, pemain asal Norwegia itu telah mengisyaratkan Madrid untuk melepasnya musim panas ini.
“Real Madrid sering menjual [pemain] dengan opsi pembelian kembali yang termasuk dalam kesepakatan,” katanya kepada De Telegraaf.
“Itu bisa menjadi solusi bagi saya. Cara lain untuk maju adalah dengan dipinjamankan, tetapi itu tergantung pada bagaimana perasaan mereka tentang itu, dan minat klub lain.”
“Saya harus terus mendapatkan menit bermain di level tinggi. Tahun ini baik bagi saya. Saya ingin mengambil langkah selanjutnya dalam karier saya, karena saya ingin bermain lebih baik lagi,” jelasnya.

Legenda Liverpool, Ian Rush: Fans Real Madrid Seharusnya Hormati Bale

Berita Bola – Legenda Liverpool, Ian Rush, mengaku terpana oleh perlakuan suporter Real Madrid terhadap Gareth Bale, di mana ia merasa bintang internasional Wales itu pantas mendapatkan respect dari tribun Santiago Bernabeu.
Bale mengalami kampanye yang mengecewakan bersama Real Madrid di musim 2018/19. Sementara Los Blancos mengalami nirgelar, penyerang berusia 29 tahun itu gagal tampil tajam dengan hanya mampu mencetak 8 gol di La Liga dan 3 gol di Liga Champions.
Tampilannya yang tumpul kerap membuatnya menjadi kambing hitam bagi Los Blancos jika mereka gagal meraih kemenangan, atau pun hanya mampu bermain imbang. Kritik terpedas tentu datang dari tribun, di mana para fans klub kerap menyerang Bale dengan hujatan yang membuat penyerang Wales itu diisukan akan hengkang musim panas ini.
Dan berbicara mengenai hal tersebut, Rush selaku mantan ikon Liverpool merasa penyerang berusia 29 tahun itu pantas mendapatkan perlakuan yang lebih baik dari penggemar Madrid, terutama mengingat ia menjadi pahlawan Los Blancos dalam kemenangan Liga Champions mereka musim lalu.
“Ketika saya melihat catatannya di Real, ia memiliki catatan yang luar biasa dan saya tidak tahu apa yang terjadi di sana,” kata Rush kepada BBC Sport. “Saya tidak tahu mengapa ia mendapat perhatian buruk dari fans mereka (Madrid)
“Mereka seharusnya memuji Gareth Bale karena saya ada di sana tahun lalu [untuk final Liga Champions 2018 di Kiev], dia mencetak gol luar biasa melawan Liverpool.
“Begitu dia masuk sebagai pemain pengganti, saya tahu dia akan mencetak gol, tetapi saya tidak berpikir dia akan mencetak gol yang bagus dan mereka seharusnya mengatakan kepadanya, ‘Terima kasih banyak atas layanan Anda’,” pungkasnya.

Arsene Wenger Pilih Nonton Tottenham Daripada Arsenal

Gilabola.com – Arsene Wenger pilih nonton Tottenham Hotspur di Liga Champions daripada Arsenal. Persaingan di Champions lebih menarik minatnya.
Arsene Wenger mengakui tidak akan hadir ketika Arsenal akan melawan Chelsea di Final Liga Europa. Skuad Unai Emery memiliki kesempatan untuk mengamankan tiket Liga Champions musim depan ketika mereka beradu taktik melawan skuad The Blues polesan Maurizio Sarri di Azerbaijan.
Tekanan mereda di Liga Premier, yang berarti mereka langsung masuk ke tahap grup kompetisi elit Eropa pada 2019/20. Derby London di baku akan menjadi yang pertama dari dua finalis Inggris, dengan Tottenham dan Liverpool untuk pertempuran lain di Final Liga Champions.
Kedua belah pihak menghasilkan comeback luar biasa untuk mencapai Madrid. Liverpool bertempur kembali dari tiga gol di leg kedua semifinal mereka saat melawan Barcelona di Anfield, sementara kubu Spurs menghasilkan jalannya sendiri ke final dengan mengalahkan Ajax Amsterdam.

Berita Terkait

Tottenham Hotspur Lawan Barca Demi Giovani Lo Celso
Prediksi Chelsea vs Arsenal, Final Liga Europa 30 Mei 2019
Arsenal Mulai Pembicaraan Transfer William Saliba

Tottenham Hotspur masih lebih menarik bagi Arsene Wenger
Namun Wenger mengungkapkan bahwa dirinya tidak akan berada di Azerbaijan langsung untuk menonton perjuangan The Gunners. Ia memilih akan berada di Madrid untuk melihat apakah Spurs dapat merebut trofi Eropa mereka.
“Bagaimana juga saya akan menonton (Meriam London vs The Blues)? Di televisi sajalah,” ujarnya kepada DailyStar dengan mempertimbangkan jauhnya perjalanan yang akan ditempuh.
“Saya tidak akan berada di baku karena saya memiliki komitmen yang saya terima dan saya akan harus menghormati komitmen itu. Jadi saya akan menonton di televisi sajalah dan saya memilih berada di Madrid untuk final besar.”
Bagi yang masih nanya-nanya jadwal, laga antara kubu Spurs lawan Liverpool akan digelar pada hari Minggu (2/6), pukul 02.00 Wib di Wanda Metropolitado, Madrid. Jika tidak ada perubahan, laga ini akan ditayangkan oleh RCTI secara langsung.
Sementara laga antara Chelsea melawan Arsenal akan diselenggarakan pada hari Kamis (30/5), pukul 02.00 Wib di Olympic Stadium, Baku, Azerbaijan. RCTI juga akan menyiarkan secara Live (jika tidak ada perubahan).
 
Sumber: Arsene Wenger Pilih Nonton Tottenham Daripada Arsenal

Valverde Santai dengan Masa Depannya di Barcelona

Berita Bola – Pelatih Barcelona, Ernesto Valverde, santai dengan masa depannya di Camp Nou meski tim Catalan baru saja mengalami kekalahan di final Copa del Rey melawan Valencia pada Minggu (26/5).
Los Che berlari keluar sebagai pemenang Copa del Rey musim ini usai menundukan Barca 2-1 di Estadio Benito Villamarin, dengan gol-gol yang dicetak Kevin Gameiro dan Rodrigo Moreno di babak pertama membuat gol Lionel Messi setelah turun minum tidak penting. Dengan kegagalan ini, Barca mengakhiri musim 2018/19 hanya dengan trofi La Liga, meskipun tampaknya mereka memiliki peluang kuat untuk memenangkan treble hanya beberapa minggu yang lalu.
Sebuah eliminasi Liga Champions yang mengejutkan di tangan Liverpool, membuat ketidakpuasan dari para penggemar terhadap Valverde meningkat secara signifikan dan situasi itu tidak membaik setelah Barca gagal meraih Copa kelima berturut-turut yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Meski demikian, dengan presiden Josep Maria Bartomeu menunjukkan Valverde aman dari pemecatan, pelatih berusia 55 tahun itu mengaku santai tentang masa depannya di Camp Nou.
“Saya merasa baik, tetapi ketika Anda menang, Anda lebih bahagia,” kata Valverde. “Membaca permainan berbeda dari yang kami mainkan 15 hari yang lalu, kenyataannya adalah kami kalah lagi.
“Kami belum memenuhi harapan yang diciptakan. Kami memikirkan treble dan kami kehilangan diri di jalan pada saat yang menentukan. Jelas bahwa kami di sini untuk memenangkan gelar tapi itu gagal.
“Saya baik-baik saja dan saya siap berjuang agar memiliki tantangan di depan. Saya tahu kekalahan itu sulit, ada yang gagal. Tapi tanggung jawab yang sulit ini harus diemban dan kami siap memperbaikinya musim depan,” jelasnya.