Kedatangan Zidane Buat Bale Mau Peluk Rekan Setim Lagi Saat Selebrasi

Liga Spanyol – Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, langsung membawa perubahan besar terhadap Gareth Bale usai kembali menangani klub ibukota Spanyol tersebut.
Seperti diketahui, Zidane kembali ditunjuk sebagai pelatih Real Madrid pada awal bulan ini. Lantas, pelatih kelahiran Prancis itu melakukan debutnya saat Los Blancos menang atas Celta Vigo dengan skor 2-0 di laga lanjutan La Liga musim ini, Sabtu (2-0) malam WIB.
Dalam laga tersebut, Bale mencetak gol di menit ke-77, menyusul gol pertama yang dicetak Isco di menit ke-62. Usai mencetak gol, bintang asal Wales itu pun langsung berselebrasi dengan memeluk rekan-rekan setimnya seperti Marcelo dan Karim Benzema.
Meski terlihat biasa saja, namun hal ini merupakan perubahan besar bagi Bale karena ia sempat melakukan kontroversi di laga sebelumnya.
Pada akhir Februari lalu, Bale mencetak gol dari titik penalti saat Real Madrid menang atas Levante di laga lanjutan La Liga. Usai mencetak gol, mantan pemain Tottenham Hotspur itu tak mau dipeluk oleh rekan-rekan setimnya.
Bale hanya menerima jabatan tangan saja dengan memasang raut wajah yang tidak bahagia. Kini, ia mulai berubah dan kembali melakukan selebrasi bersama rekan setim di debutnya Zidane.
Bahkan, Bale juga mengunggah foto ia berpelukan dengan rekan setim usai laga melawan Celta Vigo di akun instagram miliknya.

Beckham: Semua Orang di MU Ingin Solskjaer Jadi Pelatih Tetap

Football5star.com, Indonesia – Posisi Ole Gunnar Solskjaer di Manchester United terus mendapat dukungan penuh. Kali ini giliran mantan rekan setimnya, David Beckham, yang menginginkan MU untuk memastikan posisi pelatih tetap pada Solskjaer.

Permintaan Beckham ini cukuplah beralasan. Sejak Solskjaer
menangani United, performa tim terus menanjak. Yang paling fenomenal tentu saja
keberhasilan Paul Pogba dkk melaju ke perempat final Liga Champions usai
membalikkan keadaan atas Paris Saint-Germain.

Atas dasar ini pula pria yang pernah mengenyam kesuksesan besar bersama pelatih asal Norwegia di MU itu berharap manajemen mengontraknya secara permanen. Bahkan menurut pengakuannya, semua orang di klub, termasuk fans juga mengharapkan hal yang sama.

@utdxtra

“Melihat Ole sudah melaksanakan tugasnya dengan sangat baik adalah hal yang luar biasa, terutama fans. Tapi, sebagai teman dan rekan satu tim, melihat seseorang yang Anda kenal dan paham karakter klub, itu akan sangat luar biasa,” ujar Beckham seperti dilansir Daily Mail, Minggu (17/3/2019).

“Tentu bukan urusan saya untuk memutuskan masa depannya,
tapi melihat fans yang sangat menyukainya menjadi manajer sejauh ini, mereka
ingin tahu kepastian masa depannya. Mereka semua menaruh harapan besar dan
ingin melihat Ole tetap di sana musim depan,” sambungnya.

Peluang pelatih asal Norwegia ini menjadi pelatih permanen memang terbuka lebar. Apalagi manajemen MU belum melakukan pergerakan apa pun terkait nama lain yang akan digaet untuk melatih Setan Merah musim depan.

More News on Liga Inggris

Semifinal Piala FA: Manchester City Hadapi Brighton

Klopp Lega Liverpool Bisa Kalahkan Fulham

Gelandang Chelsea Asah Mental Demi Bangkit dari Cedera

The post Beckham: Semua Orang di MU Ingin Solskjaer Jadi Pelatih Tetap appeared first on Football5star Berita Bola.

Barcelona Belum Nyerah Kejar Antoine Griezmann

Liga Spanyol – Juara bertahan La Liga, Barcelona, kabarnya masih belum menyerah untuk mengejar bintang Atletico Madrid, Antoine Griezmann.
Pada musim panas tahun lalu, Barcelona telah mengajukan tawaran kepada Griezmann untuk menjadikannya sebagai pemain Blaugrana. Namun, pria kelahiran Prancis itu menolak dan memilih memperpanjang kontraknya bersama Atletico Madrid hinga tahun 2023.
Kini, Marca melaporkan bahwa Barcelona akan kembali mencoba mendatangkan Griezmann ke Camp Nou. Kekalahan Atletico Madrid dari Juventus di ajang Liga Champions menjadi salah satu faktor yang membuat kabar ini semakin memanas.
Sebab, Griezmann bisa saja memutuskan untuk pindah ke tim yang memberikannya peluang lebih untuk meraih gelar. Saat ini, Barcelona merupakan tim Spanyol yang paling memungkinkan untuk menjuarai ajang La Liga sekaligus Liga Champions, karena Real Madrid sudah tersingkir lebih awal di babak 16 besar.
Lebih lanjut, Marca juga menyatakan bahwa klausul pelepasan pemain berusia 27 tahun itu akan turun dari 200 juta Euro menjadi 120 juta Euro pada musim panas nanti. Dengan demikian, Barcelona optimis akan mengajukan proposal kepada pihak sang pemain di bursa transfer mendatang.
Musim ini, Griezmann sudah mencetak 18 gol dan 8 assists dari 39 penampilannya untuk Atletico di semua ajang kompetisi.

Alasan Zidane Lebih Pilih Keylor Navas daripada Courtois

Sumberbola – Zinedine Zidane mengungkapkan alasan utamanya lebih memilih memainkan Keylor Navas daripada Thibaut Courtois, saat Real Madrid mengalahkan Celta Vigo dengan skor 2-0 di La Liga Spanyol, Sabtu (16/3) malam WIB.
Sebelum pertandingan, Zidane membuat keputusan mengejutkan untuk menghilangkan Courtois dari starting line-up dan memberikan Navas penampilan keempatnya di La Liga musim ini. Dan Zidane mengakui pemain internasional Kosta Rika seharusnya diberi lebih banyak waktu bermain pada musim ini.
“Keylor, saya suka dia tapi saya juga suka Courtois,” kata Zidane. “Thibaut telah menunjukkan bahwa dia adalah penjaga gawang yang hebat, tetapi saya ingin Keylor juga merasa penting.
“Saya belum lupa apa yang dia capai di sini. Dia bermain kurang sampai sekarang dan dia harus bermain [lebih sering].
“Hal yang sama berlaku untuk Marcelo seperti apa yang saya katakan tentang Keylor. Tidak masalah apakah itu Courtois, Reguilon atau orang yang menggantikan Isco.
“Yang saya inginkan adalah mengembalikan semua pemain ke level mereka. Hari ini Keylor bermain, dan Thibaut akan bermain juga, dan kami memiliki Luca sebagai penjaga ketiga.
“Madrid membutuhkan dua, tiga, empat penjaga gawang yang hebat. Jadi pelatih selalu memiliki masalah, tetapi saya akan mengandalkan keduanya hingga akhir musim, maka kita akan lihat,” tutupnya.43

Manchester United Alami Performa Terburuk Era Solskjaer

Football5star.com, Indonesia – Ole Gunnar Solskjaer menilai kekalahan yang dialami Manchester United melawan Wolverhampton Wanderers merupakan performa terburuk Marcus Rashford dkk sejak ditanganinya.

Langkah Manchester United di Piala FA musim ini harus terhenti di perempat final, Sabtu (16/3/2019) waktu setempat atau Minggu dini hari WIB. Skuat asuhan Ole Gunnar Solskjaer gagal melaju ke semifinal seusai dikalahkan Wolverhampton Wanderers dengan skor 1-2 di Stadion Molineux.

Dua gol yang memastikan kemenangan Wolverhampton Wanderers atas Manchester United masing-masing diciptakan Raul Jimenez (menit ke-70) dan Diogo Jota (76′). Tim berjulukan Red Devils baru bisa membuat gol balasan pada menit 90’+5 yang diciptakan Marcus Rashford.

Standard.co.uk

Sebagai pelatih, Ole Gunnar Solskjaer menilai anak asuhnya mengalami penurunan performa apabila dibandingkan dengan pekan lalu. Terutama saat mengalahkan tim sekelas Paris Saint-Germain dengan skor 3-1 di Liga Champions.

Namun, performa ciamik tersebut mendadak anjlok dalam dua penampilan terakhir tim berjulukan Red Devils. Ya, setelah 0-2 dari Arsenal pada laga lanjutan Liga Inggris, Man United kembali ditaklukkan Wolverhampton bahkan tersingkir dari Piala FA.

Hasil negatif ini menjadi kekalahan beruntun pertama yang dialami Man United era Ole Gunnar Solskjaer.

“Sungguh, itu adalah performa terburuk kami sejak saya di sini. Pekan lalu kami senang dengan performa yang ditunjukkan, tetapi hari ini kami tidak punya kualitas saat menguasai bola,” kata Solskjaer seperti dikutip Football5star.com dari Sky Sports.

“Saya pikir kami merasa terlalu nyaman dalam penguasaan bola. Namun, tidak pernah membuat penjaga gawang mereka dalam tekanan. Pekan ini, kami menang tidak pantas menang,” ujarnya.

More News on Liga Inggris

Semifinal Piala FA: Manchester City Hadapi Brighton

Klopp Lega Liverpool Bisa Kalahkan Fulham

Gelandang Chelsea Asah Mental Demi Bangkit dari Cedera

The post Manchester United Alami Performa Terburuk Era Solskjaer appeared first on Football5star Berita Bola.

Dituduh Berlatih dengan Buruk, Keylor Navas Murka

Sumberbola – Penjaga gawang Real Madrid, Keylor Navas, telah memberikan kecaman keras kepada para kritikus, setelah dia tampil mengesankan saat Los Blancos mengalahkan Celta Vigo dengan skor 2-0 di laga lanjutan La Liga Spanyol, Sabtu (16/3) malam WIB.
Navas yang selalu menjadi penjaga gawang nomor satu Real Madrid saat Zinedane Zidane bertanggung jawab, telah tampil kurang konsisten pada musim ini. Itu setelah Julen Lopetegui dan Santiago Solari lebih memilih untuk menjadikan Thibaut Courtois sebagai kiper nomor satu.
Sementara itu, beberapa waktu lalu Navas dituduh melakukan sesi latihan secara tidak serius. Namun, mantan penjaga gawang Levante itu dengan tegas mengatakan bahwa dirinya memiliki komitmen penuh untuk Real Madrid.
“Mereka yang mengatakan saya tidak berkomitmen dan tidak berlatih dengan benar harus mengakui bahwa mereka salah. Mereka juga tidak mengenal saya, atau mereka belum pernah melihat sesi pelatihan di Valdebebas,” kata Navas kepada wartawan.
“Saya bekerja keras setiap minggu untuk berada dalam rencana pelatih, dan hari ini (melawan Celta) saya bermain. Saya sudah lama tidak bermain, tetapi saya selalu mengatakan bahwa saya senang di sini di Real Madrid,” tutupnya.

Dani Ceballos: Kedatangan Zidane Membuat Madrid Merasa Lebih Positif

Berita Bola – Pemain tengah Real Madrid, Dani Ceballos, mengungkapkan bahwa kehadiran Zinedine Zidane di Santiago Bernabeu telah membawa aura positif bagi klub.
Madrid mengalahkan Celta Vigo 2-0 pada pertandingan pertama Zidane sebagai pelatih kepala sejak menggantikan Santiago Solari minggu ini, di mana dua gol itu dicetak oleh Isco dan Gareth Bale di babak kedua.
Dan Ceballos yang juga memainkan laga kemenangan atas Celta Vigo dengan menggantikan Isco, merasa bahwa kehadiran Zidane untuk menggantikan Santiago Solari telah terbukti menjadi keputusan positif.
“Pergantian manajer tampaknya telah berhasil,” katanya. “Tim merasa jauh lebih positif hari ini [melawan Celta Vigo]. Yang paling penting adalah tiga poin.
“Yang terpenting, yang harus kita lakukan adalah mencapai tujuan kita, yaitu menyelesaikan musim ini dengan finis setinggi mungkin.”
“Dia [Zidane] juga memberi saya kepercayaan diri sejak menit pertama, harus saya katakan bahwa saya merasa sangat nyaman di luar sana (lapangan pertandingan),” tukasnya.