Gara-Gara Deschamps, Pogba Jadi Lebih Terbuka

Football5star.com, Indonesia – Gelandang Manchester United, Paul Pogba, jadi lebih terbuka kepada media dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini gara-gara ia mengikuti saran dari pelatihnya di Timnas Prancis, Didier Deschamps.
“Deschamps memberiku nasihat yang baik untuk tidak memblokir hubungan yang Anda miliki dengan jurnalis, dunia, para penggemar. Karena kalau tidak, Anda bisa memiliki image, ‘Ah, dia tidak mau bicara karena dia kesal,’ padahal Anda tidak kesal sama sekali,” kata Pogba seperti dilansir Soccerway.
“Pelatih berbicara kepadaku, dia membantuku dengan itu. Dan sekarang aku sedikit lebih terbuka, aku mengekspresikan diri lebih baik.”
Pogba Pelit Bicara
Dulu, sang pemain dikenal pelit bicara. Ia jarang memberikan komentar terkait pertandingan atau spekulasi rumor transfer.
Namun, semuanya berubah sejak ia dinasihati Deschamps. Eks pemain Juventus itu juga mengaku tak pernah benci dengan media Eropa yang sering menulis rumor tentang dirinya.
Getty Images
“Aku tidak pernah kesal dengan wartawan, hanya saja aku tidak ingin bicara. Aku berkata pada diri sendiri bahwa tidak ada gunanya berbicara,” ucap dia.
Pogba sendiri musim ini sudah membela United dalam sepuluh pertandingan di semua kompetisi. Ia juga menyumbangkan empat gol dan tiga assist.

More News on Liga Inggris

Klopp Incar Trofi Tahun Ini karena Bosan Jadi Peringkat Dua

Hazard Ingin ke Madrid, Tapi Tidak pada Januari 2019

Marcos Alonso Bicara Soal Formasi Chelsea

The post Gara-Gara Deschamps, Pogba Jadi Lebih Terbuka appeared first on Football5star Berita Bola.

Ibrahimovic: Mourinho Punya Segalanya untuk Jadi Juara

Football5star.com, Indonesia – Zlatan Ibrahimovic selama ini dikenal memiliki hubungan yang sangat harmonis dengan pelatih Manchester United, Jose Mourinho. Ini dikarenakan ia pernah dilatih oleh pria berjuluk The Special One tersebut.
Awal musim ini, Mourinho selalu diterjang isu tidak sedap terkait masa depannya di Old Trafford. Ini tak lepas dari performa buruk United yang hanya bertengger di peringkat delapan klasemen Premier League.
Mourinho dianggap tidak becus membenahi performa Setan Merah. Tapi anggapan tersebut tidak membuat Ibrahimovic merubah pandangannya kepada mantan pelatihnya tersebut. Baginya, manajer yang akrab disapa Mou itu punya segalanya untuk jadi juara.
premierleague.com
“Jose adalah orang yang spesial karena dia seorang pemenang. Dia punya segalanya untuk menjadi juara. Dia tahu sepak bola, tahu bagaimana membaca permainan dan bisa memanipulasi pertandingan dan pikiran pemain,” ujar Ibrahimovic seperti dilansir Calcio Mercato, Rabu (10/10/2018).
“Saya ingat ketika dia datang pertama kali ke Inter, dia ingin semua orang bermain 200 persen, tapi itu bukan untuk klub, tapi untuk dia. Ini membuatnya spesial,” sambungnya.
Pemain yang kini berseragam Los Angeles Galaxy ini pun membandingkan pelatih asal Portugal itu dengan mantan pelatihnya di Juventus, Fabio Capello.
“Saya pernah dilatih Capello, seorang yang sangat kuat dan menerapkan disiplin tinggi. Mou juga seperti itu, tapi selalu ada yang berbeda dari dirinya. Dia punya cara untuk mengungkapkan hal-hal yang diyakini benar,” tegas Ibra.

More News on Liga Inggris

Wonderkid City Ingin Ikuti Jejak David Silva

Jadi Pemain Liverpool, Shaqiri Tak Tinggalkan Manchester

Digne: Terima Kasih Everton!

The post Ibrahimovic: Mourinho Punya Segalanya untuk Jadi Juara appeared first on Football5star Berita Bola.

Ternyata Bukan Lopetegui, Madrid Justru Ingingkan Jurgen Klopp

Ternyata Bukan Lopetegui, Madrid Justru Ingingkan Jurgen Klopp- Raksasa Liga Spanyol, Real Madrid kabarnya justru sangat menginginkan Jurgen Klopp untuk mengisi kursi kepelatihan yang ditinggalkan Zinedine Zidane ketimbang Julen Lopetegui.
Musim lalu, Madrid gagal berprestasi di pentas domestik. Akan tetapi mereka mampu berjaya di Liga Champions.
Los Blancos mampu masuk ke final meski sempat diragukan. Di partai puncak, Madrid sukses mengalahkan Liverpool dengan skor 3-1.
Akan tetapi setelah itu, Madrid ditinggal pergi oleh Zidane. Pria asal Prancis itu memutuskan untuk mundur karena ia ingin rehat dari dunia sepakbola.
Setelah Zidane pergi, Madrid otomatis langsung bergerak menacari pengganti yang sepadan. Sejumlah nama pun akhirnya muncul ke permukaan.
Di antaranya adalah Guti, Raul, Arsene Wenger, Joachim Loew, hingga Mauricio Pochettino. Pada akhirnya, Madrid menunjuk eks pelatih timnas Spanyol, Julen Lopetegui, sebagai nahkoda anyarnya.
Namun menurut laporan dari Mundo Deportivo, Madrid sejatinya sangat menginginkan Klopp sebagai pengganti Zidane. Manajer asal Jerman itu merupakan kandidat nomor satu pilihan petinggi klub.
Media asal Spanyol itu menambahkan bahwa pilihan nomor dua Madrid adalah pelatih Juventus, Massimiliano Allegri. Setelah itu Pochettino muncul sebagai opsi ketiga.
Sekarang ini, Lopetegui menjalani masa-masa sulit di Santiago Bernabeu. Sebab Los Blancos meraih hasil tak maksimal dalam empat laga terakhir.
Termasuk lawan Alaves, Madrid menelan tiga kekalahan dan sekali imbang. Ia pun disebut-sebut akan segera didepak dari Bernabeu.
Bahkan ada kabar bahwa manajemen klub sudah menyiapkan pengganti bagi Lopetegui. Kabarnya mereka siap mendatangkan Antonio Conte, yang saat ini tengah menganggur.
The post Ternyata Bukan Lopetegui, Madrid Justru Ingingkan Jurgen Klopp appeared first on bolamagz.net.

Liverpool dan MU Saling Sikut Untuk Dapatkan Ramsey

Liverpool dan MU Saling Sikut Untuk Dapatkan Ramsey- Duo raksasa Liga Inggris, Manchester United dan Liverpool kabarnya tengah saling sikut untuk mendapatkan gelandang anyar Arsenal, Aaron Ramsey.
Kontrak Ramsey bersama Arsenal akan habis pada musim panas tahun depan. Pembicaraan mengenai perpanjangan kontrak pun kabarnya sudah dilakukan dalam beberapa bulan belakangan.
Namun kubu Arsenal kabarnya tak bersedia menuruti permintaan kenaikan gaji dua kali lipat oleh Ramsey. Karena itulah negosiasi mereka menemui kata buntu.
Dilansir London Evening Standard, Liverpool dan United tertarik merekrut Arsenal dengan biaya transfer rendah pada Januari mendatang, ketika kontraknya hanya tersisa enam bulan.
Dari kedua klub tersebut, Liverpool diyakini paling berminat merekrut Ramsey. Kegagalan transfer Nabil Fekir pada musim panas kemarin menjadi penyebab The Reds bernafsu menggaet gelandang serang lain.
Sementara itu, konflik internal di kubu United diyakini membuat Ramsey tak tertarik menyeberang ke Old Trafford. Meski demikian, tawaran menggiurkan dari Setan Merah bisa jadi meluluhkan hati gelandang internasional Wales tersebut.
Bukan hanya Liverpool dan United yang bernafsu mengejar tanda tangan Ramsey. Pemain 27 tahun itu kabarnya juga menjadi incaran sejumlah klub top Eropa.
Dari Italia, dua raksasa Serie A, Juventus dan AC Milan diklaim berminat memboyong Ramsey. Meski demikian, gaji menjadi kendala utama kepindahan Ramsey ke negeri pizza.
Sementara itu, raksasa La Liga, Real Madrid disebut juga ingin mendatangkan Ramsey ke Spanyol. Bahkan Los Blancos kabarnya sudah berkonsultasi dengan Gareth Bale perihal keinginan mereka tersebut.
The post Liverpool dan MU Saling Sikut Untuk Dapatkan Ramsey appeared first on bolamagz.net.

Marcos Alonso Siap Perpanjang Masa Baktinya di Chelsea

Marcos Alonso Siap Perpanjang Masa Baktinya di Chelsea- Bek andalan Chelsea, Marcos Alonso mengatakan bahwa dalam waktu dekat ia akan segere memperpanjang kontrak bersama The Blues.
Sejak kembali ke Inggris pada 2016 lalu, Alonso menjalani karier yang mulus bersama Chelsea. Pemain internasional Spanyol itu selalu menjadi pemain inti The Blues.
Bahkan, Alonso juga sudah berhasil membawa Chelsea meraih dua gelar juara. Yang pertama adalah trofi Premier League musim 2016-17 dan kemudian trofi FA Cup 2017-18. Selain itu, ia juga sempat terpilih masuk PFA Team of the Year Premier League 2017-18.
Penampilan impresif Alonso membuat namanya dikaitkan dengan Real Madrid. Namun bek 27 tahun itu justru memilih memperpanjang masa baktinya di Chelsea.
“Saya sangat tenang dan sangat bahagia di Chelsea, dan klub juga harus bahagia dengan saya karena, meski saya masih menyisakan dua tahun dalam kontrak saya, mereka sudah menawarkan perpanjangan kontrak,” ungkap Alonso kepada AS.
“Kami membicarakannya dan negosiasi mengenai perpanjangan kontrak sudah masih tahap serius. Jika semua berjalan lancar, saya rasa saya akan meneken perpanjangan kontrak pada akhir bulan ini, dalam beberapa hari ke depan,” sambungnya.
Lebih lanjut, Alonso juga menyebut dirinya hingga kini belum mengetahui berapa lama masa perpanjangan kontrak tersebut karena semua urusan ditangani sang ayah.
“Ayah saya yang menanganinya karena dia salah satu yang memimpin negosiasi. Saya berusia 27 tahun, saya masih memiliki dua tahun tersisa dan saya akan memperpanjang kontrak saya,” imbuh Alonso.
“Apa yang menjadi fokus saya adalah bermain sebaik mungkin untuk memenangi pertandingan dan gelar bersama Chelsea dan tim nasional. Saya tenang soal kontrak,” tukasnya.
The post Marcos Alonso Siap Perpanjang Masa Baktinya di Chelsea appeared first on bolamagz.net.

Marcos Alonso Sebut Gaya Kepelatihan Sarri Mirip Enrique

Marcos Alonso Sebut Gaya Kepelatihan Sarri Mirip Enrique- Bek anyar Timnas Spanyol dan Chelsea, Marcos Alonso menyebut bahwa gaya kepelatihan Maurizio Sarri dan Luis Enrique sangat mirip.
Sarri tampil cukup impresif sejak digaet Chelsea dari Fiorentina pada 2016 silam. Posisinya di tim inti The Blues pun tak tergoyahkan meski ada pergantian manajer dari Antonio Conte ke Sarri.
Performa apik Alonso tentu tak lepas dari pengamatan Enrique. Eks entrenador Barcelona itu pun memanggil Alonso untuk menjalani dua laga bersama timnas Spanyol dalam jeda internasional kali ini.
Di Chelsea, Alonso sempat mengalami perubahan posisi. Pemain 27 tahun itu bermain sebagai bek sayap dengan formasi 3-4-3 di era Conte, tapi di bawah asuhan Sarri, Alonso mengisi pos bek kiri dalam formasi 4-3-3.
“Saya merasa nyaman dengan kedua sistem tersebut. Saya juga pernah melakoni peran dalam formasi dengan sistem tiga bek di Italia, dan hal tersebut berjalan baik bagi saya,” ujar Alonso kepada AS.
“Saya suka bermain di garis permainan lawan, terutama karena peluang ofensif yang saya miliki di posisi tersebut,” sambungnya.
Meski demikian, Alonso mengaku juga nyaman bermain sebagai bek kiri natural di era Sarri. Ia menganggap posisi tersebut sebagai posisi naturalnya.
“Saya juga suka bermain di bawah sistem Sarri saat ini yang sangat mirip dengan gaya bermain Luis Enrique. Dalam sepak bola modern, posisi, penempatan tim dan menguasai area sangat penting. Luis Enrique menekankan hal itu, demikian juga dengan pelatih saya di Chelsea,” imbuh Alonso.
“Dalam peran ini saya merasa nyaman dan beradaptasi terhadap sepak bola ini. Posisi natural saya adalah bek kiri dalam sistem empat bek, tapi kita harus siap untuk membantu tim dengan cara yang diinginkan pelatih,” tandasnya.
The post Marcos Alonso Sebut Gaya Kepelatihan Sarri Mirip Enrique appeared first on bolamagz.net.

John Terry Sudah Siap Jadi Seorang Pelatih

John Terry Sudah Siap Jadi Seorang Pelatih- Mantan kapten timnas Inggris dan Chelsea, John Terry mengaku sudah siap untuk melanjutkan kariernya sebagai seorang pelatih. Menurutnya menjadi pelatih adalah impiannya sejak lama.
Terry (37) mengumumkan pensiun dari lapangan hijauh pada Senin lalu waktu setempat. Kariernya berakhir di Aston Villa. Kini, dia memulai babak baru dalam kariernya, yakni mencoba jadi pelatih.
Sebelumnya, Frank Lampard mendukung Terry untuk segera memulai kariernya di jalan kepelatihan. Lampard menilai Terry adalah sosok yang tepat, Terry sudah memenuhi beberapa persyaratan pelatih profesional.
Terry pun menyambut dukungan tersebut. Dia memang sudah lama ingin jadi pelatih.
Terry mengaku sudah siap memulai babak baru dalam kariernya. Dia berharap bisa meraih kesuksesan yang sama dengan yang dia alami saat masih menjadi pemain dahulu. Terry berambisi jadi pelatih senior di masa mendatang.
“Saya sudah siap untuk babak baru dalam karier saya. Kita lihat saja apa yang dibawa masa depan. Semoga saya bisa meraih kesuksesan yang sama seperti saat masih jadi pemain,” ungkap Terry di Sky Sports.
“Frank [Lampard] adalah teman baik saya. Saya bertemu dengan dia beberapa waktu lalu. Itu [jadi pelatih] memang ambisi saya yang sudah sangat lama.”
Lebih lanjut, Terry mengaku saat ini yang terpenting adalah introspeksi diri. Dia ingin mengetahui kekuarangan dan kelebihannya selama ini. Menurutnya, hal itu akan jadi modal berharga sebagai pelatih.
“Saya memiliki ambisi dan aspirasi untuk jadi pelatih, jadi manajer, di masa depan. Namun, seperti yang saya katakan sebelumnya, ini adalah soal memanfaatkan waktu untuk introspeksi. Itulah hal terpenting bagi saya,” tandasnya.
Semasa masih bermain di Chelsea, Terry dikenal sebagai pemimpin sekaligus bek paling kukuh di lapangan.
The post John Terry Sudah Siap Jadi Seorang Pelatih appeared first on bolamagz.net.