Man United Harus Ambil Keputusan Soal Pogba dan Mourinho

Football5star.com, Indonesia – Legenda Manchester United, Rio Ferdinand, berharap Setan Merah bisa mengambil keputusan tegas terkait perang urat syaraf antara Manajer Jose Mourinho dan gelandang Paul Pogba.
“Ada beberapa keputusan besar yang harus dibuat di Manchester United. Saya yakin akan ada percakapan di papan atas. Manajer dan skuat harus membahas bagaimana mereka akan membawa klub ini maju. Hal-hal mendasar itu tidak dilakukan sejauh ini,” kata Ferdinand seperti dilansir Soccerway.
Manchester United terpuruk musim ini. Hingga pekan ketujuh Liga Inggris, Setan Merah terpaku di posisi sepuluh klasemen Liga Inggris.
Tak hanya itu, Mourinho juga terlibat perang urat syaraf dengan Pogba. Hal ini membuat situasi internal kubu Old Trafford jadi tak kondusif.
Menurut Ferdinand, manajemen Manchester United harus bergerak cepat dan mengakhiri perselisihan keduanya. Ini penting agar Setan Merah bisa kembali bangkit.
Getty Images
“Saya percaya kekuatan yang ada di klub sepak bola ini harus membuat keputusan sekarang, entah seseorang pergi atau tidak. Sesuatu harus dilakukan,” ucap Ferdinand.
Pada laga berikutnya, MU akan menghadapi Valencia di Liga Champions. Kemenangan jadi harga mati bagi Setan Merah.

More News on Liga Inggris

GALERI: Gol Spektakuler Sturridge Pupus Asa Chelsea

Deschamps: Pogba Tak Bisa Kerja Sendirian

Gol Terbaik Aguero di Mata Legenda Manchester City

 
The post Man United Harus Ambil Keputusan Soal Pogba dan Mourinho appeared first on Football5star Berita Bola.

Bersama Mourinho, Manchester United Cuma Klub Medioker

Football5star.com, Indonesia – Eks bomber Manchester United, Michael Owen, menilai Setan Merah cuma jadi klub medioker di bawah asuhan Manajer 23.
“Apa perbedaan antara Manchester United saat ini dan apa yang telah mereka lakukan selama tiga atau empat tahun terakhir? Mereka adalah tim medioker. Satu-satunya perbedaan adalah, Mourinho telah membeli lebih banyak pemain,” kata Owen seperti dilansir Soccerway.
Mourinho sedang menjalani musim ketiganya bersama Manchester United. Di musim pertama, ia sukses meraih treble. Sementara di musim kedua, The Special One tak meraih gelar apa-apa.
Untuk musim ketiga ini, Mourinho juga kesulitan di Old Trafford. Hingga pekan ketujuh, Setan Merah berada di posisi sepuluh klasemen Liga Inggris.
Getty Images
“Mourinho membeli pemain terbaik di Liga Premier selama tiga atau empat tahun terakhir, yakni Alexis Sanchez. Lupakan apakah Alexis bermain melawan West Ham atau tidak, dia sudah menjadi medioker untuk begitu banyak pertandingan di Manchester United.”
“Lihatlah Paul Pogba, dia memenangkan Piala Dunia dan pemain terbaik untuk Juventus, sekarang dia sangat medioker untuk MU. Mourinho tidak memperbaiki siapa pun dari sudut pandang menyerang. Untuk bek ya, karena dia adalah manajer bertahan, tetapi tim ini tidak menuju ke mana-mana dalam empat atau lima tahun,” Owen mengakhiri.

More News on Liga Inggris

GALERI: Gol Spektakuler Sturridge Pupus Asa Chelsea

Deschamps: Pogba Tak Bisa Kerja Sendirian

Gol Terbaik Aguero di Mata Legenda Manchester City

 
The post Bersama Mourinho, Manchester United Cuma Klub Medioker appeared first on Football5star Berita Bola.

Scholes Larang Manchester United Jual Pogba

Football5star.com, Indonesia – Legenda Manchester United, Paul Scholes, tak setuju jika Setan Merah melepas Paul Pogba. Di mata Scholes, Pogba adalah pemain terbaik di Old Trafford.
“Manajer Jose Mourinho belum punya kemewahan seperti Sir Alex Ferguson. Ketika Ferguson menyingkirkan pemain, selalu ada kualitas di sekelilingnya. Perang yang Mourinho miliki sekarang dengan Pogba adalah dia masih pemain terbaiknya. Apa lagi yang bisa Mourinho lakukan? Bisakah dia membiarkan Pogba pergi? Saya tidak tahu apakah dia bisa,” kata Scholes seperti dilansir Soccerway.
Manchester United terpuruk musim ini. Hingga pekan ketujuh Liga Inggris, Setan Merah terpaku di posisi sepuluh klasemen Liga Inggris. Tak hanya itu, Mourinho juga berselisih dengan Pogba.
Getty Images
“Klub ini tampaknya sedikit berantakan. Baik dari Mourinho, kami tahu dia tidak mendapatkan uang yang dia inginkan di musim panas. Dia sudah diberi banyak uang sebelumnya untuk pemain seperti Victor Lindelof dan Eric Bailly. Ini juga hari-hari awal bagi orang-orang seperti Fred, Anda harus memberinya waktu,” ucap Scholes.
“Ini sepertinya perang melalui klub dari Direktur Ed Woodward ke Mourinho dan kemudian Mourinho ke pemainnya. Para pemain terlihat tidak stabil,” ia mengakhiri.
Pada laga berikutnya, Manchester United akan menghadapi Valencia di Liga Champions. Kemenangan jadi harga mati bagi Setan Merah.

More News on Liga Inggris

GALERI: Gol Spektakuler Sturridge Pupus Asa Chelsea

Deschamps: Pogba Tak Bisa Kerja Sendirian

Gol Terbaik Aguero di Mata Legenda Manchester City

 
The post Scholes Larang Manchester United Jual Pogba appeared first on Football5star Berita Bola.

Bukan Mourinho, Tapi Pogba yang Dinilai Harus Tinggalkan MU

Football5star.com, Indonesia – Paul Pogba dan Jose Mourinho menjadi dua nama yang paling disorot akibat tak berkembangnya penampilan Manchester United musim ini. Kedua sosok tersebut dinilai banyak pihak akibat anjloknya performa Red Devils.
Tommy Docherty selaku bekas Manajer Manchester United menilai bahwa sosok Pogba yang menjadi masalah klub tersebut musim ini. Ia beranggapan bahwa Gelandang asal Prancis tersebut angin-anginan dalam bermain karena sudah tak lagin berseragam Red Devils.
zimbio.com
“Saya pasti akan membiarkan Pogba pergi. Dia jelas tidak ingin berada di klub ini,” kata Docherty seperti dikutip Footballl5star dari The Mirror, Minggu (30/9/2018).
“Beberapa pemain yang memiliki tingkat pemeliharaan tinggi tetapi melakukan hal yang masih bisa ditoleransi. Tapi dia justru berbeda. Manchester United seharusnya tidak pernah menandatanganinya kembali saat itu,” kritiknya.
Ruang ganti Manchester United juga diisukan sedang tak sedap setelah Mourinho mengusir Pogba saat latihan. Meski The Special One kerap mendapatkan kritik, Docherty menilai sang manajer masih layak untuk bertahan meski hanya sampai akhir musim ini.
“Tetapi Mourinho harus bertanggung jawab karena ia telah menghabiskan dana lebih dari 300 juta pounds. Jika dia tetap tinggal maka dia harus menyingkirkan Pogba secepat yang dia bisa. Ini satu-satunya cara untuk menunjukkan dia memegang kendali di klub.”
Manchester United baru saja menelan kekalahan dari West Ham United pada pekan ketujuh Premier League, Sabtu (29/9/2018). Saat ini mereka tengah berada di posisi kesepuluh klasemen sementara dengan mengemas 10 angka.

More News on Liga Inggris

GALERI: Gol Spektakuler Sturridge Pupus Asa Chelsea

Deschamps: Pogba Tak Bisa Kerja Sendirian

Gol Terbaik Aguero di Mata Legenda Manchester City

The post Bukan Mourinho, Tapi Pogba yang Dinilai Harus Tinggalkan MU appeared first on Football5star Berita Bola.

Neville Tak Salahkan Mourinho Atas Keterpurukan Man. United

Football5star.com, Indonesia – Gary Neville tak menyalahkan Jose Mourinho atas keterpurukan Manchester United musim ini. Neville mengatakan bahwa bobroknya manajemen klub menjadi biang keladi atas merosotnya performa Man. United baik di ajang Premier League maupun Eropa.
Semenjak kepergian dari Sir Alex Ferguson, Man. United tak mampu menunjukkan performa terbaiknya di atas lapangan. Kedatangan Mourinho ke Old Trafford sempat memberikan harapan dengan keberhasilan menjuarai Piala Liga Inggris dan Liga Europa di musim 2015-16. Namun, kini Man. United kembali kesulitan untuk tampil konsisten.
London Evening Standard
“Keterpurukan Man. United berawal dari keputusan pihak klub untuk memecat David Moyes delapan bulan setelah penunjukannya. Di momen itu, pihak klub kehilangan identitasnya yang telah dibangun dalam waktu lebih dari 100 tahun,” tulis Neville di akun twitter pribadinya.
“Saya tak akan menyalahkan keterpurukan Man. United kepada pelatih yang bertugas. Ketidakmampuan para petinggi klub untuk memimpin menjadi hal utama yang harus segera diperbaiki. Saat ini, mereka tak memiliki rencana jangka panjang untuk mengembalikan kejayaan United,” sambung Neville menambahkan.
Semenjak kepergian Ferguson, United selalu gagal memenangkan gelar Premier League. Beberapa sosok seperti Moyes, Louis van Gaal dan kini Mourinho tak mampu membawa The Red Devils tampil dominan di Premier League.
Namun, United juga berhasil membawa pulang beberapa trofi selepas kepegian Ferguson. Diantaranya adalah, Piala FA di musim 2015-16 serta Liga Europa dan Piala Liga Inggris di musim 2016-17 bersama Mourinho.

More News on Liga Inggris

GALERI: Gol Spektakuler Sturridge Pupus Asa Chelsea

Deschamps: Pogba Tak Bisa Kerja Sendirian

Gol Terbaik Aguero di Mata Legenda Manchester City

The post Neville Tak Salahkan Mourinho Atas Keterpurukan Man. United appeared first on Football5star Berita Bola.

Mourinho dan Sindrom Musim Ketiga yang Berakhir Pemecatan

Football5star.com, Indonesia – Fans mana yang tidak berbunga-bunga hatinya jika mendengar tim kesayangannya akan dilatih oleh seorang Jose Mourinho. Dia sudah membuktikan tidak ada klub yang tidak akan juara jika sudah ia tangani. Namun, selayaknya manusia biasa, Mourinho juga bukan pelatih yang sempurna.
Selama karier melatihnya, Mourinho sudah mempersembahkan dua Liga Champions, delapan gelar liga, serta 15 trofi Piala Liga. Tapi semua piala prestisius itu diraih pelatih yang akrab disapa Mou itu di dua musim perdananya menjadi nahkoda. Ya, selama ini Mourinho dikenal mempunyai satu penyakit akut bernama sindrom musim ketiga.
Keberadaan Mourinho di Chelsea dan Real Madrid selalu berakhir pada ketok palu pemilik klub, sekali pun di musim sebelumnya dia berhasil mempersembahkan gelar. Tentu masa indahnya di Inter dan Porto menjadi pengecualian karena ia lebih dulu memutuskan hengkang usai meraih treble winner.
todofutebol.com
Kini Mourinho seolah ingin mengulang cerita serupa. Pasalnya Manchester United yang ia latih sekarang tak ubahnya Chelsea dan Madrid yang ia tangani di tahun ketiganya.
Hasil buruk menjadi alasan utama. Setan Merah dibekap West Ham United 1-3 di London Stadium. Kekalahan ini kian mengikis kepercayaan fans United yang tiga hari sebelumnya sudah harus menanggung malu usai dipecundangi Derby County di ajang Carabao Cup.

Persentase Kemenangan yang Terus Merosot
Pada faktanya, performa buruk Setan Merah musim ini sebenarnya sudah lazim terjadi dalam karier manajerial Mourinho. Menurut data yang dikutip Football5star.com dari BBC, persentase kemenangan The Special One selalu merosot tajam di musim ketiga.
Musim ketiganya bersama Porto, Mourinho hanya meraup persentase sebesar 73,5 persen kemenangan. Angka ini menurun dari musim sebelumnya dengan 79,4 persen. Hal serupa juga terjadi pada era pertamanya membangun Chelsea.
Angka statis 76,3 persen yang didapat pada dua musim awal langsung jeblok ketika memasuk musim ketiga. Ia hanya mengantongi 63,2 persen kemenangan. Setali tiga uang dengan Chelsea, raksasa Spanyol, Real Madrid, juga merasakan sindrom pelatih 55 tahun itu.
mirror.co.uk
Sukses meraih 100 poin dan 84, 2 persentase kemenangan di musim keduanya, Mourinho hanya mampu membawa Los Blancos jadi penghuni kedua LaLiga dan tertinggal 13 angka dari Barcelona sebegai juara musim 2012-2013. Persentase kemenangannya pun jeblok ke angka 68,4 persen.
Merajalela ke Italia dan Spanyol pada akhirnya membawa Mourinho “pulang” ke London pada Juli 2013. Sukses meraih trofi Premier League di musim kedua, bulan madu pria kelahiran Setubal di musim ketiga lagi-lagi harus ditentukan oleh “tangan besi” pemilik klub, Roman Abramovich.
Mourinho hanya mengoleksi 25 persen kemenangan dari 16 pertandingan pada musim 2015-2016. Ia pun harus rela dipecat Chelsea, lagi-lagi sebelum pergantian tahun.
Jika dilihat dari performa MU musim ini, Mourinho seolah ingin mencetak hat-trick nasib dipecat sebelum tahun baru. Bagaimana tidak, ia baru mengoleksi tiga kemenangan dari tujuh laga Liga Inggris dan menjadikan ini sebagai start terburuk Setan Merah di era Premier League.

Mourinho dan Masalah dengan Pemain
Menariknya, pemecatan yang dialami pelatih yang beristrikan wanita asal Angola itu diwarnai satu kasus yang sama. Ia selalu terlibat konflik dengan pemain dan manajemen tim jelang dipecat. Bersama Chelsea edisi pertama, ia terlibat perang dingin dengan Abramovich yang enggan mengeluarkan banyak uang di jendela transfer.
Apa yang kemudian dilakukan Mourinho di Madrid justru lebih gila lagi. Ia memangkas waktu bermain ikon klub, Iker Casillas, secara drastis. Bahkan keputusan ini berdampak masif karena melibatkan pemain lain seperti Sergio Ramos, Pepe, dan Raphael Varane.
Setelah itu giliran skuat Chelsea yang dibuat gaduh. Seakan tak puas hanya bermasalah dengan Abramovich di era pertamanya, Mourinho menyalakan api permusuhan pada pemain dan staf medis.
citizentv.com
Tidak main-main, Eden Hazard menjadi sasaran kejengkelan Mou kali itu. Sang pemain juga tidak menampik pertengkaran keduanya. Bahkan saat Chelsea bertemu MU musim lalu, Hazard masih enggan menjabat tangan mantan pelatihnya itu.
Hazard bukan satu-satunya orang di tubuh The Blues yang geram dengan Mourinho. Staff medis tim, Eva Carneiro, juga menjadi musuh abadi pelatih yang kerap melontarkan komentar kontroversial ini.
Usai mengobati Hazard yang terjatuh di lapangan. Eva justru dihadang kritik oleh Mourinho di pinggir lapangan. Bola panas perseteruan keduanya membuat sang manajer membekukan status Eva di tim selama beberapa pekan. Pada akhirnya, wanita asal Portugal itu pun meninggalkan Stamford Bridge.

Mulai dari Ed Woodward Hingga Paul Pogba
Pelatih bernama lengkap Jose Mario dos Santos Felix Mourinho kemudian memulai musim 2018-2019 dengan gusar. Ia menyerang manajemen United yang tidak mampu mendatangkan pemain yang diinginkan pada musim panas.
Belum selesai masalahnya dengan manajemen, dalam hal ini Chief Executive, Ed Woodward, Mourinho kembali menyalakan api permusuhan dengan Pogba. Sempat mengatakan tidak akan memercayakan ban kapten pada sang gelandang, ia kemudian menyambut bintangnya itu dengan dingin di sesi latihan jelang lawan West Ham.
zimbio.com
Puncak permasalahan keduanya pun terjadi di laga kontra West Ham. Kekalahan 3-1 United kian terasa pedas saat Mourinho menarik keluar Pogba. Gelandang asal Prancis itu memang menjabat tangan sang manajer di pinggir lapangan, tapi terlihat jelas raut kekecewaan dan amarah yang terus menumpuk dalam benaknya.
Berdasarkan masalah yang terus diulang dan “hukum” sepak bola yang selalu mengulang sejarah, bukan tidak mungkin sindrom musim ketiga Mourinho berlanjut pada musim ini bersama Setan Merah. Apalagi hanya di Old Trafford lah “Si Mulut Besar” gagal mempersembahkan gelar liga domestik.

More News on Liga Inggris

GALERI: Gol Spektakuler Sturridge Pupus Asa Chelsea

Deschamps: Pogba Tak Bisa Kerja Sendirian

Gol Terbaik Aguero di Mata Legenda Manchester City

 
The post Mourinho dan Sindrom Musim Ketiga yang Berakhir Pemecatan appeared first on Football5star Berita Bola.

Brutal! Israel Tuduh Real Madrid Merangkul Terorisme

Sumberbola – Israel menuduh Real Madrid merangkul terorisme, setelah seorang gadis aktivis remaja Palestina, Ahed Tamimi, secara simbolis diberikan jersey nomor 9 Real Madrid.
Gadis berusia 17 tahun itu berkeliling, Eropa setelah dibebaskan dari penjara Israel. Dia ditahan selama delapan bulan penjara karena dengan berani menampar dan mendorong seorang tentara Israel di Tepi Barat pada akhir tahun lalu.
Tamimi yang kini menjadi simbol perlawanan Palestina, kemudian diundang oleh Real Madrid pada hari Sabtu (29/9). Dia diterima oleh mantan striker Los Blancos dan co-manager, Emilio Butragenio. Tamimi kemudian diberi jersey nomor 9 disertai tulisan namanya.
Baca Juga:

Tikung MU, Liverpool Kembali Buru Ramsey
MU Bantah Rumor Zidane Gantikan Mourinho
Mourinho Harus Lakukan Ini untuk Selamatkan Kariernya di MU

Namun apa yang dilakukan Real Madrid ini justru mendapat kecaman dari pihak Israel. Mereka menuduh juara bertahan Eropa itu menerima teroris yang menghasut kebencian dan kekerasan.
Melalui akun Twitternya, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel, Emanuel Nachshon, menulis: “Sayang sekali, Real Madrid menerima teroris yang menghasut kebencian dan kekerasan, apa hubungan antara hal ini dan nilai-nilai sepak bola?”

Sementara itu, Daniel Kutner selaku duta besar Israel untuk Spanyol, mengatakan: “Ahed Tamimi tidak berjuang untuk perdamaian, dia membela kekerasan dan teror, lembaga-lembaga yang telah menerima dan merayakannya, secara tidak langsung mendorong agresi dan bukan dialog, dan itu bukan pemahaman yang kita butuhkan.” Sumber: Presstv

Deschamps: Pogba Tak Bisa Kerja Sendirian

Football5star.com, Indonesia – Pelatih timnas Prancis, Didier Deschamps, mengatakan bahwa sosok Paul Pogba sendiri tak cukup untuk membawa Manchester United meraih kemenangan di setiap pertandingan. Menurutnya, Pogba tak mampu menunjukkan performa terbaiknya karana United bermain dengan sangat buruk.
Pekan lalu, Pogba terlibat suatu insiden dengan Mourinho di sesi latihan Man. United. Insiden itu terjadi beberapa hari setelah Mourinho memutuskan untuk mencabut status pemain asal Prancis itu sebagai wakil kapten di Old Trafford.
“Paul bukanlah peman yang mampu mengubah jalannya pertandingan sendirian. Ia butuh tim yang kuat dan cara bermain yang optimal.,” ungkap Deschamps dikutip dari FourFourTwo.
“Dia merupakan sosok yang dapat dimaksimalkan apabila berada di dalam sebuah grup yang baik. Dia juga memiliki beberapa masalah di luar lapangan. Citranya di media membuatnya selalu menjadi sorotan. Ia juga terbebani oleh jumlah yang harus dibayarkan Manchester United untuk mendatangkannya,” sambung Deschamps menambahkan.
Zimbio
Menurut Deschamps, Pogba mampu tampil maksimal di Piala Dunia karena hanya memiliki satu tujuan di dalam pikirannya. Hal tersebut tak dilakukan Pogba ketika bermain untuk skuat arahan Jose Mourinho.
“Selama Piala Dunia, ia memiliki satu tujuan. Menjadi juara dunia. Hal tersebut membuatnya mampu menunjukkan penampilan yang maksimal. Dia juga tak menjadi satu-satunya sorotan media di Piala Dunia. Hal tersebut membuatnya merasa bebas dan dapat bermain tanpa beban.”

More News on Liga Inggris

.bscb-69254.bscb-69254 .section-heading.sh-t1 a:hover .h-text,.bscb-69254.bscb-69254 .section-heading.sh-t1 a.active .h-text,.bscb-69254.bscb-69254 .section-heading.sh-t1 > .h-text,.bscb-69254.bscb-69254 .section-heading.sh-t1 .main-link:first-child:last-child .h-text{color:#630060}.bscb-69254.bscb-69254 .section-heading.sh-t1.sh-s5 > .main-link > .h-text:after,.bscb-69254.bscb-69254 .section-heading.sh-t1.sh-s5 > a:first-child:last-child > .h-text:after,.bscb-69254.bscb-69254 .section-heading.sh-t1.sh-s5 > .h-text:first-child:last-child:after{color:#630060 !important}.bscb-69254.bscb-69254.bscb-69254 .section-heading.sh-t1:after{background-color:#630060}.bscb-69254.bscb-69254 .section-heading.sh-t1.sh-s8 .main-link .h-text:before,.bscb-69254.bscb-69254 .section-heading.sh-t1.sh-s8 .main-link.h-text:before,.bscb-69254.bscb-69254 .section-heading.sh-t1.sh-s8 > .h-text:before{border-right-color:#630060 !important}.bscb-69254.bscb-69254 .listing-item:hover .title a,.bscb-69254.bscb-69254 .listing-item-text-1 .post-meta a:hover,.bscb-69254.bscb-69254 .listing-item-grid .post-meta a:hover,.bscb-69254.bscb-69254 .listing-item .rating-stars span:before{color:#630060 !important}.bscb-69254.bscb-69254 .listing-item .rating-bar span,.bscb-69254.bscb-69254 .listing-item .post-count-badge.pcb-t1.pcb-s1,.bscb-69254.bscb-69254.better-newsticker .heading{background-color:#630060 !important}.bscb-69254.bscb-69254.better-newsticker .heading:after{border-left-color:#630060 !important}.bscb-69254 .bs-pagination .btn-bs-pagination:hover,.bscb-69254 .btn-bs-pagination.bs-pagination-in-loading{background-color:#630060 !important;border-color:#630060 !important;color:#fff !important}.bscb-69254 .listing-item-text-2:hover .item-inner{border-color:#630060 !important}.bscb-69254.bscb-69254.bscb-69254.bscb-69254 .term-badges.floated .term-badge a,.bscb-69254.bscb-69254 .bs-pagination-wrapper .bs-loading > div{background-color:#630060 !important;color:#fff !important}

Deschamps: Pogba Tak Bisa Kerja Sendirian

Gol Terbaik Aguero di Mata Legenda Manchester City

Lampard Akan Kembali ke Stamford Bridge Di Ajang Carabao Cup

 
The post Deschamps: Pogba Tak Bisa Kerja Sendirian appeared first on Football5star Berita Bola.

Messi Desak Barcelona untuk Tingkatkan Lini Pertahanan

Liga Spanyol – Bintang Barcelona, Lionel Messi, meminta timnya untuk lebih meningkatkan lini pertahanan lagi, usai Blaugrana ditahan imbang oleh Athletic Bilbao pada jornada ketujuh La Liga musim ini.
Menjamu Athletic Bilbao di Camp Nou, Sabtu (29/9) malam WIB, Barcelona justru gagal meraih hasil yang maksimal. Blaugrana bahkan sempat kesulitan untuk meredam serangan-serangan dari tim tamu, di mana mereka justru tertinggal gol terlebih dulu pada menit ke-41. Barca sendiri baru bisa mengejar ketertinggalan pada menit ke-81 lewat Munir El Haddadi.
Mengenai hasil yang buruk tersebut, Messi meminta Barcelona ke depannya bisa lebih meningkat lagi, terutama di sektor pertahanan. “Tidak ada kecemasan karena musim baru saja dimulai dan itu adalah tahun yang panjang,” kata Messi.
Baca Juga:

Pemain dan Staf MU Yakin Mourinho Segera Dipecat
Gagal Raih Puncak Klasemen, Ramos Menyesal
Mo Salah Melempem, Klopp Tetap Santai

“Kami tidak mengharapkan hasil ini, tetapi dalam permainan ini, kami menciptakan situasi untuk menang dan kami tidak bisa melakukannya.
“Kami harus lebih kuat bertahan, kami datang dari tahun yang sulit (untuk mencetak gol) dan sekarang mereka mengambil kesempatan untuk melakukannya.”

“Ini tidak bisa terjadi bahwa kami kebobolan gol di setiap pertandingan, kami harus meningkatkan dan menjadi kuat di area bertahan karena itu adalah hal yang paling penting,” sambungnya.
Lebih lanjut, Messi mengakui bahwa timnya kesulitan untuk mengalahkan Bilbao. Meski demikian, Messi ingin timnya bangkit dan menatap pertandingan selanjutnya.
“Saya pikir kami membuat penampilan yang bisa memenangkan permainan kami, dan di babak pertama, memiliki banyak peluang yang jelas untuk terus maju,” jelasnya. “Tapi kemudian kami tertinggal 1-0 dan keadaan menjadi sangat rumit yang memalukan.
“Sekarang, kami harus melanjutkan dan melihat ke depan karena kami memiliki permainan yang sulit datang pada hari Rabu. Ini adalah tim yang sangat sulit sehingga kami tahu kami harus berada pada kondisi terbaik kami dan bergerak maju dengan ketenangan,” tutup Messi. Sumber dari: Marca.

Dani Carvajal Sindir Taktik Atletico Madrid

Liga Spanyol – Bek kanan andalan Real Madrid, Dani Carvajal, mengaku sangat frustasi dengan gaya bermain Atletico Madrid. Akibatnya, Los Blancos harus puas mengantongi satu poin saja.
Menjamu Atletico Madrid pada jornada ketujuh La Liga Spanyol, Minggu (30/9) dini hari WIB, Real Madrid harus puas ditahan imbang dengan skor kacamata.
Menurut Carvajal, Real Madrid harusnya bisa meraih kemenangan dalam laga tersebut. Namun gaya bermain Atletico Madrid yang cenderung untuk membuang-buang waktu, membuat Los Blancos kesulitan untuk bisa menang. “Bagi mereka [Atleti] hasil imbang adalah emas,” kata Carvajal.
Baca Juga:

Mo Salah Melempem, Klopp Tetap Santai
Dihajar West Ham, Mourinho Puji McTominay Bek Terbaik MU
Mourinho Kritik Kinerja Wasit Usai MU Dihajar West Ham

“Setiap tim bebas bermain dengan gaya sesuka mereka, tetapi ketika tim membuang waktu sejak menit pertama dan senang dengan hasil imbang, maka sulit untuk menang,” tutup pemain berusia 26 tahun tersebut. Sumber dari: Marca.
Sementara itu, hasil imbang ini tetap membuat Real Madrid berada di posisi kedua klasemen sementara La Liga. Itu karena Barcelona juga ditahan imbang oleh Athletic Bilbao dengan skor 1-1, dan membuat mereka tetap berada di posisi pertama klasemen sementara.

Jika saja Real Madrid berhasil meraih kemenangan saat menjamu Atletico dini hari tadi, mereka tentu akan menempati posisi teratas di klasemen sementara La Liga.